marwita magiswara marwita magiswara marwita magiswara marwita magiswara marwita magiswara marwita magiswara

Pengantar 


Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mengembangkan potensi manusia baik secara intelektual dan spiritual, serta cipta dan karsa sehingga menumbuh kembangkan pribadi.

Pendidikan di era globalisasi membutuhkan guru yang inspiratif, kreatif, dan inovatif, sehingga mampu membangun pribadi yang berkarakter kuat dan cerdas. Marwita Magiswara Pusdiklat Santo Aloysius merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan bagi guru-guru sekolah swasta agar semakin memiliki kompetensi dalam bidangnya disamping itu pula mendampingi para pendidik agar semakin menghayati hidup panggilannya, serta menjadi pendidik berkualitas.

Selain memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para guru, Marwita Magiswara juga memberikan diklat untuk tenaga kependidikan dan kepala sekolah, sehingga kepala sekolah memiliki kompetensi yang memenuhi standar nasional. Khusus diklat sertifikasi kepala sekolah, Marwita Magiswara bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia. Kepala sekolah yang mengikuti serangkaian seleksi, diklat dan lulus, akan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). STTPP merupakan syarat mutlak untuk memperoleh Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dan bagi yang telah memiliki NUKS diharapkan dapat menyandang predikat kepala sekolah profesional.

Berita Terbaru
Pengembalian Formulir
Pendaftaran Diklat
Sertifikasi Kepala
Sekolah Angkatan ke - 9
paling lambat tgl
27 Juli 2018
Pengumuman hasil
seleksi administrasi
tgl 1 Agustus 2018
Seleksi Akademik
tgl 15 - 16 Agustus 2018
Pengumuman Seleksi
Akademik tgl 24 Agustus 2018
Diklat In Service Learning 1
Angkatan ke - 9 yaitu tanggal
17 September 2018 - 27 September 2018







Support Online

 


    Username  
    Password  

 
 

  Kepala Sekolah Bukan Robot Hindari Belenggu Rutinitas

12 September 2013
Masalah besar yang menjerumuskan banyak kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya, adalah secara tidak sadar masuk dalam belenggu rutinitas hidup sehari-hari.  Keadaan semakin parah ketika seorang kepala sekolah membangun image dalam dirinya sendiri bahwa seabrek tugas dan tanggung-jawab yang diemban dipundaknya dianggap semakin membebani, membuat  tertekan, dan ujung-ujungnya    tidak bahagia dengan panggilan hidupnya.Sehingga tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai kepala sekolah kurang dilaksanakan dengan baik.
Jika itu yang terjadi maka kepalasekolah bagaikan robot yang bergerak atas remote controle pihak lain.Agar kepala sekolah  bisa terhindardari belenggu rutinitas hidup sehari-hari maka perlu adanya program pembinaan yang berkelanjutan dan terus-menerus.
Itulah salah satu misi
... Baca selengkapnya >
  IN-ON-IN Service Learning Student Centered Learning

12 September 2013
Menjadi seorang pemimpin tidak bisa instan, tetapi selalu mengandaikan proses panjang,  bertahap,   dan realitas jatuh-bangun melalui program pendampingan yang terarah. Pendampingan seorang kepala sekolah (existing) harus terstruktur, mempertimbangkan strategi yang tepat, dan pendekatan khusus In Service learning I, On the Job Learning, dan In Service Learning II sebagai satu kesatuan dan keutuhan.
    “Sudah ada ketentuan dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah(LPPKS) Indonesia dalam bentuk  In Service Learning I, On The Job Learning, dan In Service Learning II yang membutuhkan durasi waktu 310 - 330 jam. Ketentuan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang kepala sekolah untuk dapat mengantongi  sertifikat kepala sekolah  dengan standar kompetensi minimal kepribadian,
... Baca selengkapnya >
  Pemimpin Digerakkan oleh Values Leadership

12 September 2013
Dunia pendidikan dewasa ini mengharapkan pendidik yang mampu membawa perubahan dari kondisi keterpurukan menuju arah yang lebih cerah. Kenyataan di lapangan tantangan kompetisi yang semakin ketat dan regulasi dunia pendidikan yang terus berubah-ubah pasca reformasi politik di tanah air menjadi tantangan serius para pendidik dewasa ini.
       Oleh karena itu, seorang pendidik dituntut mempunyai kompetensi dasar knowledge, skill,dan attitude yang memadai dalam bidang yang digeluti. Hanya dengan cara itu, para pendidik akan mampu  mendeteksi kekeliruan sosial, mengarahkan organisasi kepada kesuksesan, serta mampu memulihkan pada kondisi yang selaras dengan visi dan misi institusi pendidikan yang dipimpinnya.
Menurut Pengawas Yayasan Mardiwijana, Bandung – Satya Winaya Pastor A. Sudarno, OS
... Baca selengkapnya >
Showing 3 articles from a total of 21 [ 1 2 3 … 7 ]
Next 3 »

Copyright © Marwitamagiswara.org. All Rights Reserved