Kepala Sekolah Bukan Robot Hindari Belenggu Rutinitas

12 September 2013
Masalah besar yang menjerumuskan banyak kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya, adalah secara tidak sadar masuk dalam belenggu rutinitas hidup sehari-hari.  Keadaan semakin parah ketika seorang kepala sekolah membangun image dalam dirinya sendiri bahwa seabrek tugas dan tanggung-jawab yang diemban dipundaknya dianggap semakin membebani, membuat  tertekan, dan ujung-ujungnya    tidak bahagia dengan panggilan hidupnya.Sehingga tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai kepala sekolah kurang dilaksanakan dengan baik.
Jika itu yang terjadi maka kepalasekolah bagaikan robot yang bergerak atas remote controle pihak lain.Agar kepala sekolah  bisa terhindardari belenggu rutinitas hidup sehari-hari maka perlu adanya program pembinaan yang berkelanjutan dan terus-menerus.
Itulah salah satu misi
... Baca selengkapnya >
  IN-ON-IN Service Learning Student Centered Learning

12 September 2013
Menjadi seorang pemimpin tidak bisa instan, tetapi selalu mengandaikan proses panjang,  bertahap,   dan realitas jatuh-bangun melalui program pendampingan yang terarah. Pendampingan seorang kepala sekolah (existing) harus terstruktur, mempertimbangkan strategi yang tepat, dan pendekatan khusus In Service learning I, On the Job Learning, dan In Service Learning II sebagai satu kesatuan dan keutuhan.
    “Sudah ada ketentuan dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah(LPPKS) Indonesia dalam bentuk  In Service Learning I, On The Job Learning, dan In Service Learning II yang membutuhkan durasi waktu 310 - 330 jam. Ketentuan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang kepala sekolah untuk dapat mengantongi  sertifikat kepala sekolah  dengan standar kompetensi minimal kepribadian,
... Baca selengkapnya >
  Pemimpin Digerakkan oleh Values Leadership

12 September 2013
Dunia pendidikan dewasa ini mengharapkan pendidik yang mampu membawa perubahan dari kondisi keterpurukan menuju arah yang lebih cerah. Kenyataan di lapangan tantangan kompetisi yang semakin ketat dan regulasi dunia pendidikan yang terus berubah-ubah pasca reformasi politik di tanah air menjadi tantangan serius para pendidik dewasa ini.
       Oleh karena itu, seorang pendidik dituntut mempunyai kompetensi dasar knowledge, skill,dan attitude yang memadai dalam bidang yang digeluti. Hanya dengan cara itu, para pendidik akan mampu  mendeteksi kekeliruan sosial, mengarahkan organisasi kepada kesuksesan, serta mampu memulihkan pada kondisi yang selaras dengan visi dan misi institusi pendidikan yang dipimpinnya.
Menurut Pengawas Yayasan Mardiwijana, Bandung – Satya Winaya Pastor A. Sudarno, OS
... Baca selengkapnya >
Showing 3 articles from a total of 24 [ 1 2 3 … 8 ]
Next 3 »

Copyright © Marwitamagiswara.org. All Rights Reserved