KS Bukan Trial and Error , Tetapi Ada Rambu-rambu & Regulasi

BANDUNG, MM: Banyak Calon Kepala Sekolah (CKS) dan Kepala Sekolah (KS) swasta eksisting mengaku beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti Diklat CKS di Marwita Magiswara. Jujur saja, dari hasil  sharing  pengalaman  antar peserta Diklat CKS  Marwita Magiswara 2018  angkatan 8,  masih banyak jabatan kepala sekolah yang didapatkan karena  ditunjuk oleh yayasan penyelenggara pendidikan tanpa ada masa persiapan  yang memadai. Dampaknya banyak kebijakan yang diterbitkan kepala sekolah lebih karena faktor trial and error, alih-alih berdasarkan kebutuhan dan regulasi yang sudah ada.
“Beda sih antara Kepala Sekolah yang dipersiapkan dan hanya modal ditunjuk begitu saja, ketika sama-sama dihadapkan berbagai persoalan di lapangan. Kalau yang sudah dipersiapkan melalui Diklat CKS pada umumnya lebih percaya diri dan kebijakan yang diambil sudah dipertimbangkan secara matang untuk  tidak merugikan salah satu  stake holder sekolah.  Yayasan Widya Bhakti  yang menaungi Sekolah Santa Angela secara  rutin mengirimkan calon kepala sekolah untuk mengikuti Diklat CKS ke Marwita Magiswara. Buahnya dalam  mengelola  sistem administrasi, supervisi guru, pendampingan siswa, pengembangan sekolah, dsb., lebih tertata  karena sudah menguasai rambu-rambunya.” Tandas Christina Mimin dari SD Santa Angela Bandung memberikan komentar tentang kompetensi para kepala sekolah alumni Marwita Magiswara.
                Sebelum dirinya, papar dia, ada Ibu Rere, Ibu Erna, dan Pak Tio, yang kini menduduki posisi kepala sekolah dan pengurus Yayasan Widya Bhakti dengan kinerja  sangat baik.  Mimin mengaku  sudah selama 2 tahun dipercaya sebagai wakasek  kurikulum dan menjadi guru kelas IV selama 8 tahun, sehingga dengan pengalaman  dan pembekalan di Marwita Magiswara, dia merasa lebih siap jika   yayasan mempercayainya untuk   menduduki posisi kepala sekolah.
Dia merasa tidak perlu lagi berada di bawah bayang-bayang rasa takut dan canggung lagi.  Dia akan meminimalkan   trial and error  dalam memutuskan kebijakan-kebijakan sekolah. Itu terjadi karena pendampingan para Master Trainers dan belajar saling asah, asih, dan asuh dengan i teman-teman sesama peserta Diklat, bekal pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan sebagai pemimpin dan manajer di sekolah masing-masing semakin memperkaya kompetensi yang dibutuhkan ketka  menduduki kursi kepala sekolah nantinya.  Jop.


Copyright © Marwitamagiswara.org. All Rights Reserved