Info Marwita Magiswara Justru Dari Surabaya
|
 BANDUNG, MARWITA MAGISWARA: Memang sudah jalannya dari Yang Maha Kuasa, informasi tentang Marwita Magiswara justru didapatkan dari Kota Surabaya. Sementara kenyataannya lokasi Marwita Magiswara ada di Kota Bandung, tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal dan tempat berkarya Farida di SDIT Al Fitrah yang beralamat Jl. Merkuri Timur No. 1, Kota Bandung.
“Ceritanya terbilang lucu! Saya tahu tentang Marwita Magiswara justru ketika mengadakan studi banding ke Sekolah Al Hikam di Surabaya, tahun 2014 lalu. Mereka sudah mengirimkan beberapa kepala sekolahnya untuk mengikuti Diklat Kepala Sekolah di tempat ini,” papar Kepala Sekolah SDIT Al Fitrah Farida, S.P., kepada Marwita Magiswara mengisahkan awal mula mengenal lembaga yang mendapatkan mandat untuk menyelenggarakan Diklat Kepala Sekolah di lingkungan pendidikan swasta tersebut.
Meski lokasinya sama-sama di Kota Bandung, Farida mengaku pada waktu itu memang belum tahu jika di Kota Bandung ada lembaga yang telah menjalin kerjasama dengan LPPKS Indonesia untuk menyelenggarakan Diklat CKS dan KS. Bagi Farida, lembaga ini sangat kredibel karena merupakan satu-satunya lembaga swasta yang berhak menerbitkan STTP dan NUKS yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI.
Pengalaman mengikuti proses seleksi akademik, menurut Farida, berjalan sangat ketat. Bahkan meski jumlah peserta seleksi belum memenuhi kuota, ternyata banyak diantara calon peserta gagal lolos karena untuk menjaga kualitas input. “Bulan November 2015 program ISL 1 diselenggarakan, peserta dibawa ke daerah Gambung di kawasan Ciwedey yang udaranya sangat sejuk. Selama tiga hari di Gambung mendapatkan materi tentang dinamika kelompok yang dikemas melalui program outbond. Hanya dalam waktu singkat, papar dia, para peserta yang datang dari berbagai pelosok tanah air dengan cepat segera mencair , saling mengenal peserta satu dengan yang lainnya. Tahap berikutnya OJL 1, 2, 3, serta ISL 2 berjalan selama kurang lebih 6 bulan kebersamaan satu angkatan tetap terjaga untuk selalu menjalin saling asah, asih, dan asuh hingga ISL 3.” tandas Farida yang besar di Tatar Sunda tersebut. Jop. |
|
|