Menimba “Life Long Education” Selama Pembekalan di Marwita Magiswara
|
 BANDUNG, MARWITA MAGISWARA : Slogan Belajar Sepanjang Hayat “Life Long Education” bukan barang baru bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Bahkan ungkapan ini tidak ubahnya sebuah mantra yang mempunyai kasiat ampuh bagi para dosen dalam memotivasi semangat belajar para peserta didik yang terkesan ogah-ogahan belajar ketika masih duduk di bangku kuliah dulu.
“Semenjak duduk di bangku kuliah di Universitas Sanata Dharma (USD) dulu, dosen selalu bilang istilah itu ketika kita-kita mahasiswanya malas-malasan belajar. Itu juga sering saya gunakan untuk memotivasi para rekan guru dan peserta didik yang kehilangan arah dan semangat untuk secara terus-menerus menggali dan mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baik dalam menyikapi masa depan yang tidak menentu,” ujar Markus Wahyudi Kepala Sekolah SMP Xaverius 1 Jambi di tengah-tengah kegiatan ISL 2 di Marwita Magiswara belum lama ini.
Baginya meski sangat sering memanfaatkan istilah itu, sejujurnya belum paham sepenuhnya makna hakiki yang terkandung di dalamnya. Beruntung dirinya mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti Diklat CKS dan KS di Marwita Magiswara seperangkat materi lengkap tersaji dalam modul-modul yang sistematis, pendekatan interaksi master trainer dengan para peserta lebih mengedepanan pembelajaran experiential learning. Melalui alur In On In Service Learning yang membutuhkan waktu selama 300 jam atau 6 bulan sangat membantu para peserta dalam mengendapkan slogan life long education menjadi motivasi intrinsik.
“Ibarat air dalam kemasan pengetahuan yang saya dapat tentang slogan itu sebatas sisi luarnya saja! Jujur saja setelah mengikuti seluruh proses ISL dan OJL menjadi semakin paham tentang hakiki dari slogan life long education yang digaungkan oleh Badan Dunia UNESCO. Materi tentang perangkat kepribadian, manajerial, sosial, kewirausahaan, dan supervisi jika diimplementasikan secara sungguh-sungguh tidak akan pernah menemukan kata sempurna. Pasti ada saja peluang untuk pengembangan menuju yang lebih baik, maka seorang kepala sekolah harus mau belajar secara terus-menerus sepanjang hidupnya agar pengabdiannya mendekati paripurna,” papar pria asal Lor Senowo, Sumber, Dukun, Jawa Tengah tidak jauh dari Kota Borobudur yang sudah tersohor di dunia tersebut. Jop. |
|
|